Kumpulan Peribahasa dari B (Bagian.1)


peribahasa dari b
  
   BABI
1. Membabi buta: Mengamuk atau bertindak tanpa perhitungan.
2. Bagai babi kelaparan: Sangat rakus tidak menghiraukan sopan santun.
3. Bagai orang di seruduk babi: Ketakutan lari tunggang langgang.
4. Anjing galak babi berani: Bertemu orang berani dengan orang berani.
5. Seperti kubangan babi: Sangat kotor becek atau belepotan.
6. Baunya bak babi hutan: Busuk sekali.
   BADAI
7. Membadai burung atas langit ditangkap diharap jangan: Sesuatu yang tak mungkin didapat, sebaiknya jangan terlalu diharap.
8. Membadai lecut kakinya: Keras sekali tendangannya.
9. Tak bertahan-tahan dibadai: Tak terhalang oleh apapun dan siapapun.
10. Badai reda hujan pun teduh: Sudah terlepas dari marabahaya.
   BADAK
11. Anak badak dihambat-hambat: Orang yang sengaja mencari bahaya.
12. Muka badak: Seseorang yang tak punya rasa malu.
13. Seperti badak makan anaknya: Orang tua yang kejam dan tega mencelakakan atau menjerumuskan anaknya sendiri.
14. Sayang anak badak lampung, cucu konon badak raja: seseorang yang bukan berasal dari keturunan ningrat, namun ia mengaku kerabat raja.
15. Seperti kulit badak: ungkapan bagi seseorang yang punya kulit tebal atau kebal.
16. Pekak badak: Pura-pura tidak mendengar atau pura-pura tidak mengerti, padahal dia paham dan tahu maksud perbincangan orang.
   BADAN
17. Bayang-bayang sepanjang badan: Hendaknya pengeluaran sehari-hari disesuaikan dengan penghasilan kita.
18. Hancur badan dikandang tanah, budi baik terkenang juga: Budi yang baik akan kita kenang selama-lamanya, walau orangnya sudah tidak ada.
19. Badan dapat dimiliki, hati tak dimiliki: Seorang wanita yang tidak mencintai suaminya karena cintanya masih terpaut pada sang kekasih gambarang seorang wanita yang dikawinkan paksa dengan lelaki yang tidak dia cintai.
20. Biar badan penat, asalkan hati senang: Meskipun mengalami hidup kekurangan dan kesusahan, tapi karena menyukuri apa yang dimiliki nya, membuat hati lebih tenang dan senang.
21. Selama hayat masih dikandung badan: Selam masih hidup, kita tidak boleh berputus asa.
22. Bukan bunda salah mengandung, salah badan yang buruk pinta: Nasib buruk itu bukan kesalahan siapa-siapa, tetapi memang sudah suratan takdir.
23. Kini tanggungkanlah oleh badan, hati dan mata punya ulah: Akhirnya diri sendiri yang menanggung akibatnya karena menuruti hawa nafsu.
24. Berbadan dua: Sedang mengandung anak.
   BADAR
25. Jika pandai menggular badar, badan akan menjadi tengiri: Jika kita pandai mengatur sesuatu, hasilnya pasti baik juga.
26. Seperti badar kering: Kurus sekali.

Kumpulan Peribahasa dari A (Bagian.2)

     Baca sebelumnya : Peribahasa dari A bagian ke 1

peribahasa bagian A dua
  ADAT
26. Adat hidup tolong menolong: Dalam kehidupan itu saling menolong adalah biasa, tiada orang yang mampu hidup sendiri, sebab setiap orang saling membutuhkan.
27. Adat sepanjang jalan, capek sepanjang betung: Setiap langkah dan perbuatan itu ada etika, aturan dan tata cara yang telah di lazimkan.
28. Habis adat karena sudah berkerelaan: Adat itu bisa dirubah dengan tidak mengisi sepenuhnya atas mufakat dan persesuaian bersama dan perdamaian.
29. Dimana adat diisi, disitu lembaga dituang: Dimana kita berada, disitu segala adat istiadat serta kebiasaan anak negeri tersebut harus kita ikuti.
30. Adat lama pusaka uang: Adat, kebiasaan yang sudah dibiasakan atau dipakai secara turun-temurun sejak dulu kala dari nenek moyang.
31. Adat dipakai baru, pakaian dipakai usang: Adat tidak dimakan zaman, bahkan bila dipakai dan ditaati dia akan terpelihara.
32. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah: Bahwa manusia (yang berbudaya dan beradab) it, semasa hidup hendaklah mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku umum atau mengikuti resam masing-masing.
33. Adat dijunjung, lembaga di sanjung, pusaka sama dijaga: Mematuhi dan melaksanaakan kaidah yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara turun-temurun.
34. Adat teluk timbunan kapal: Orang kaya tempat meminta, sedangkan orang pandai tempat bertanya.
35. Adat muda menanggung rindu, adat tua menanggung ragam: Sudah adatnya (wajar) atau sudah kodratnya semakin tua makin banyak menanggung cobaan hidup. Sedangkan yang yang muda persoalannya adalah keinginan dan kerinduan.
   ADIL
36. Membagi sama adil, memotong sama panjang: Dalam mengambil atau memutuskan suatu perkara hendaklah adil, tidak boleh berat sebelah begitu juga jadi pemimpin.
37. Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah: Pemimpin yang benar dan adik disayang dan dihormati oleh rakyatnya, tetapi pempimpin yang lalim dibenci orang.
38. Meminta keadilan kepada beruk: Meminta penyelesaian yang adil atau meminta pertimbangan hukum kepada orang tamat, atau justru mendapatkan kerugian.
   ADU
39. Adu domba: Menghasut orang yang berselisih, bertengkar, berkelahi ataupun berperang.
40. Mengadu ujung penjahit: Mengadu kecerdikan (kepandaian/kepiawaian).
41. Memgadu untung: Berspekulasi dengan nasib atau keberuntungan.
   AIB
42. Aib ditebus dengan Aib: Jika kita dipermalukan seseroang, balaslah dengan hal sama atau seimbang.
43. Pergi menebus aib mali: Pergi menuntut balas untuk menutup malu atau aib.
44. Menanggung aib: Menanggung malu.
   AIR
45. Air besar batu bersibak: Bila ada bahaya, orang akan mencari dan bersatu dengan kaumnya, bangsanya, golongannya ataupun kelompoknya.
46. Air beriak tanda tak dalam: Pada umumnya, orang yang banyak bicara bisanya bodoh.
47. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam: Ungkapan orang yang sedang bersedih hati, sehingga apapun yang dirasakan semuanya tak enak.
48. Air laut asin sendiri: Ejekan orang yang memuji dirinya sendiri.
49. Air laut itu ada pasang dan ada surut: Rezeki itu ada turun dan ada naiknya, keberuntungan itu tak selamanya didapat, ada kalanya justru kesialan yang akan didapat.
50. Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?: Mungkinkan ada keturunan dari orang baik-baik akan menjadi jahat atau hina?.

Kumpulan Peribahasa dari A (Bagian.1)

  
peribahasa dari a

  ABAI
1. Ombak kecil jangan diabai-kan: Persoalaan atau masalah kecil jangan di anggap enteng, karena bisa menimbulkan bencana.
  ABANG
2. Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang: Cinta seorang perempuan yang tidak sepenuh hati, cintanya hanya karena uang atau hartanya saja.
  ABU
3. Berdiang di abu dingin: Meminta pertolongan pada orang yang tidak bisa menolong.
4. Susah jadi abu arang: Sudah rusak sama sekali, tidak bisa diperbaiki.
5. Mengabui mata orang: Orang yang suka memberdayai dan menipu orang lain.
6. Kalah jadi abu menang jadi arang: Menang kalah sama-sama merugi.
  ABUN
7. Belum dapat sudah diabun: Belum di peroleh tetapi bertingkah laku seolah-olah sudah memiliki.
8. Gila di abun-abun: Menghayal atau mengharapkan sesuatu yang mustahil di dapat.
  ACAP
9. Acap berulang yang jauh jadi dekat: Karena sering di kunjungi, yang jauh lama kelamaan jadi lebih dekat.
10. Acap melempar akan jatuh juga: Karena yakin lambat laun akan dapat juga, karena rajin lambat laun akan berhasil juga.
  ADA
11. Ada gula ada semut: Dimana ada rezeki, disitu banyak orang yang mendatangi.
12. Ada udang dibalik batu: Ada maksud tertentu yang tersembunyi.
13. Tak ada rotan, akar pun jadi: Tak ada yang baik, yang kurang baik pun jadi.
14. Ada sama dimakan, ada sama dicari: Susah senang ditanggung bersama.
15. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas: Setiap bentuk perbuatan baik, balasannya baik pula.
16. Ada asap ada api: Ada akibat, pasti ada sebab.
17. Ada air ada ikan: Dimana pun kita berada, niscaya ada rezeki.
18. Ada batang cendawan tumbuh: Dimana pun kita berada niscaya rezeki pasti akan ada.
19. Ada hujan ada panas: Ada baik ada buruk, ada susah ada senang.
20. Tak ada harimau yang memakan anaknya: Tak ada orang tua yang ingin mencelakakan anaknya.
21. Asal ada kecil pun pada: Tidak ada rezeki banyak, yang sedikit pun boleh juga.
  ADAT
22. Adat di junjung, lembaga di sanjung, pusaka sama di jaga: Adat istiadat dan kebiasaan lama sejak nenek moyang serta segala peraturan dan kaidahnya itu, harus dihormati dan dipatuhi serta di jaga bersama kelestariannya.
23. Kalau hidup tiada beradat, disitulah tanda kiamat: Kalau hidup tiada aturan dan adab, maka celaka dan tidak selamat kelak.
24. Tahu adat dengan lembaga: Tahu diri mengikuti aturan dan hukum masyarakat, serta kearifan sosial.
25. Adat diisi lembaga dituang: Segala persyaratan di penuhi. Petuah adat, bahwa segala sesuatu yang hendak dilakukan atau du kerjakan harus mengikuti yang telah di biasakan atau telah diadatkan dalam persyaratannya.

     Baca selanjutnya : Peribahasa dari A bagian ke 2